Cara Merespons Reviewer Comments Jurnal Internasional

10 menit

Baca

Updated

Cara Merespons Reviewer Comments Jurnal Internasional

Panduan Lengkap dengan Contoh Kalimat

Ditulis oleh Aufani Yukzanali | Pengajar Bahasa Inggris Akademik sejak 2015 | Spesialis Komunikasi Akademik untuk Dosen Indonesia


Paper jurnal internasional Anda tidak langsung ditolak. Anda mendapat keputusan “Major Revision” atau “Minor Revision” β€” dan sekarang ada dokumen berisi komentar reviewer yang harus Anda respons satu per satu.

Ini kabar baik. Revisi berarti paper jurnal internasional Anda punya potensi untuk diterima.

Tapi banyak dosen Indonesia gagal di tahap ini β€” bukan karena penelitian mereka lemah, melainkan karena mereka tidak tahu cara merespons komentar reviewer dalam bahasa Inggris yang tepat: tone yang benar, struktur yang diharapkan, dan kalimat yang menunjukkan bahwa Anda serius menanggapi setiap masukan.

Panduan ini membahas semuanya secara langsung dan praktis β€” dengan contoh kalimat yang bisa langsung Anda gunakan. Semoga dari panduan ini, jurnal internasional Anda bisa langsung terbit.

Artikel ini adalah bagian dari Panduan Lengkap Bahasa Inggris untuk Guru, Dosen, dan Profesional Indonesia yang membahas strategi pengembangan bahasa Inggris secara menyeluruh untuk ketiga segmen profesi.

jurnal internasional

Apa Itu Response to Reviewers dan Mengapa Ini Kritis

Response to Reviewers (juga disebut Author’s Response atau Rebuttal Letter) adalah dokumen resmi yang Anda kirimkan bersama versi revisi paper Anda. Di dalamnya, Anda merespons setiap komentar reviewer secara sistematis β€” menjelaskan apa yang Anda ubah, mengapa, dan di mana perubahannya bisa ditemukan.

Ini bukan formalitas. Editor menggunakan dokumen ini untuk memverifikasi bahwa Anda benar-benar merespons semua masukan β€” bukan hanya mengklaim sudah merevisi. Reviewer yang sama sering kembali membaca paper jurnal internasional Anda menggunakan dokumen ini sebagai panduan.

Yang paling sering tidak disadari dosen Indonesia: response to reviewers dinilai bukan hanya dari isi revisinya, tapi dari cara Anda berkomunikasi. Tone terlihat defensif, respons terlalu singkat, atau bahasa tidak profesional bisa membuat editor meragukan kelayakan paper β€” bahkan ketika revisi substansinya sudah baik.


Struktur Response to Reviewers yang Diharapkan Editor

Dokumen response to reviewers untuk jurnal internasional yang baik mengikuti struktur berikut:

1. Opening Letter (Surat Pembuka)

Satu paragraf singkat yang mengucapkan terima kasih kepada editor dan reviewer, menyatakan bahwa Anda telah melakukan revisi, dan memberikan gambaran singkat tentang perubahan utama yang dilakukan.

2. General Response (Respons Umum) β€” Opsional

Jika ada perubahan besar yang memengaruhi seluruh paper (misalnya: perubahan framing, penambahan bagian baru, atau reanalisis data), jelaskan secara singkat sebelum masuk ke respons per komentar.

3. Point-by-Point Response (Respons Per Komentar)

Ini adalah inti dokumen. Setiap komentar reviewer dikutip, lalu direspons secara langsung. Untuk setiap komentar, struktur standarnya adalah:

  • Reviewer’s Comment: [kutip komentar asli]
  • Author’s Response: [respons Anda β€” setuju/tidak setuju, apa yang dilakukan]
  • Changes Made: [perubahan spesifik yang dibuat, termasuk nomor halaman/baris jika relevan]

4. Closing (Penutup)

Satu kalimat penutup untuk menyatakan keyakinan Anda bahwa revisi telah meningkatkan kualitas paper jurnal internasional.


Contoh Opening Letter Jurnal Internasional yang Tepat

Ini adalah contoh surat pembuka yang bisa Anda adaptasi:


Dear Editor-in-Chief,

We sincerely thank the Editor and the two anonymous reviewers for their time and thoughtful feedback on our manuscript (Manuscript ID: XXXX). Their comments have been invaluable in strengthening the quality and clarity of our work.

We have carefully addressed all comments raised by both reviewers. Below, we provide a point-by-point response to each comment, followed by a description of the corresponding changes made to the manuscript. All revisions are highlighted in yellow in the revised manuscript for ease of review.

We hope that our revisions adequately address the reviewers’ concerns and that the manuscript is now suitable for publication in [Journal Name].

Sincerely,
[Your Name]
On behalf of all co-authors


Catatan penting: Gunakan “we” jika paper ditulis lebih dari satu penulis. Gunakan “I” hanya jika Anda satu-satunya penulis. Mencampur keduanya adalah kesalahan paling sering terjadi.


Bank Frasa: Respons untuk Setiap Situasi

Ketika Anda Setuju dengan Komentar Reviewer

Ini adalah situasi paling mudah β€” gunakan frasa seperti mengakui validitas masukan dan menjelaskan apa saja hal yang sudah Anda lakukan.

  • “We thank the reviewer for this valuable observation. We agree that… and have revised the [section] accordingly.”
  • “This is a valid point. We have added a paragraph in the [Introduction / Discussion] section to address this concern (p. X, lines X–X).”
  • “The reviewer is correct. We have clarified this by…”
  • “We appreciate this suggestion. The [methodology / analysis / framing] has been revised to reflect…”
  • “This point is well taken. We have expanded our discussion of… in Section X (p. X).”

Ketika Anda Setuju Sebagian

Situasi ini membutuhkan kehati-hatian ekstra. Anda perlu mengakui apa yang valid dari komentar reviewer, sekaligus menjelaskan mengapa Anda tidak bisa atau tidak perlu mengubah bagian tertentu.

  • “We appreciate this comment and partially agree. We have revised [X] to address this concern; however, we respectfully note that [Y] was intentional because…”
  • “We agree that more clarity was needed here. We have added [X]. Regarding [Y], we would like to clarify that…”
  • “This is a helpful observation. We have addressed the first part of this comment by [X]. For the second part, we maintain our original approach because [reason], which is consistent with [citation].”

Ketika Anda Tidak Setuju dengan Komentar Reviewer

Ini adalah situasi paling menantang β€” dan paling banyak membutuhkan kehati-hatian dalam pilihan kata. Anda berhak untuk tidak setuju dengan reviewer, tapi cara mengatakannya sangat menentukan bagaimana respons Anda diterima. Keahlian Anda menulis jurnal internasional terbukti dari kemampuan menulis sanggahan.

Yang tidak boleh dilakukan: Mengatakan reviewer salah secara langsung, menggunakan kata “however” di awal kalimat pertama respons, atau memberikan respons lebih pendek dari komentar reviewer.

Prinsip utama: Akui perspektif reviewer, jelaskan posisi Anda dengan dukungan literatur atau data, dan akhiri dengan menawarkan kompromi jika memungkinkan.

  • “We thank the reviewer for raising this point. Upon careful consideration, we respectfully disagree with this interpretation. Our analysis follows the approach proposed by [Author, Year], which suggests that [rationale]. We have, however, added a note in the Discussion section acknowledging this alternative perspective (p. X).”
  • “We appreciate this concern. While we understand the reviewer’s point, we believe that [X] is the most appropriate approach for our specific context because [reason]. This is consistent with [citation]. We have added a sentence in Section X to make this rationale explicit.”
  • “We have considered this suggestion carefully. Our decision to [X] was deliberate, as [reason]. To address the reviewer’s concern about clarity, we have added an explanation in [section] (p. X, lines X–X).”

Ketika Komentar Reviewer Tidak Jelas

Terkadang komentar reviewer jurnal internasional ambigu β€” Anda tidak yakin persis apa permintaan mereka. Dalam situasi ini, yang paling aman adalah menginterpretasikan komentar, menjelaskan interpretasi Anda, lalu merespons berdasarkan interpretasi tersebut.

  • “We interpret this comment as a concern about [X]. If our interpretation is correct, we have addressed this by [Y]. If the reviewer had a different concern in mind, we would welcome further clarification.”
  • “We understand this comment to suggest [X]. We have revised [section] accordingly. We hope this addresses the reviewer’s concern.”

Contoh Respons Point-by-Point yang Lengkap

Berikut adalah contoh satu siklus respons paling lengkap β€” dari komentar reviewer hingga respons penulis.


Reviewer 2, Comment 3:
“The sample size of 32 participants seems too small to support the generalizations made in the Discussion section. The authors claim that their findings ‘have implications for EFL teaching across Indonesia,’ which appears overstated given the limited sample.”

Author’s Response:
We thank Reviewer 2 for this important observation. We agree that the language in our Discussion section overstated the generalizability of our findings relative to our sample size. We have revised the Discussion accordingly.

Specifically, we have replaced the phrase “have implications for EFL teaching across Indonesia” with “have implications for EFL teaching in similar under-resourced urban junior high school contexts” (p. 14, lines 8–9). We have also added the following sentence to the Limitations section: “The relatively small sample size (n = 32) limits the generalizability of these findings, and future studies with larger and more diverse samples are encouraged” (p. 15, lines 3–5).

We believe these revisions more accurately reflect the scope of our findings while preserving their contribution to the existing literature.


Mengapa contoh di atas efektif:

  • Dimulai dengan ungkapan terima kasih yang tulus
  • Mengakui validitas komentar secara eksplisit
  • Menyebutkan perubahan yang spesifik, termasuk nomor halaman dan baris
  • Mengutip kalimat yang diubah secara verbatim β€” sebelum dan sesudah
  • Ditutup dengan kalimat yang menegaskan dampak positif revisi

Lima Kesalahan yang Langsung Menurunkan Peluang Diterima

1. Respons yang terlalu singkat
“We have revised this section as suggested.” β€” Ini tidak memberikan informasi apapun kepada editor atau reviewer. Selalu jelaskan apa yang diubah, di mana, dan mengapa.

2. Tone yang defensif atau emosional
Komentar reviewer terkadang terasa tidak adil atau bahkan salah. Ini adalah kenyataan yang perlu diterima. Apapun yang Anda rasakan, jangan biarkan itu muncul dalam tulisan. Setiap respons harus terdengar profesional, tenang, dan kolegial.

3. Tidak mengutip komentar reviewer
Selalu kutip komentar reviewer sebelum menulis respons β€” kata per kata, tanpa parafrase. Ini memudahkan editor untuk mencocokkan komentar dengan respons, dan menunjukkan bahwa Anda membaca setiap komentar dengan seksama.

4. Mengklaim sudah merevisi tanpa menunjukkan buktinya
Setiap kali Anda mengatakan “we have revised,” ikuti dengan nomor halaman, nomor baris, atau kutipan langsung dari teks yang direvisi. Editor tidak akan memeriksa paper Anda kata per kata untuk memverifikasi klaim Anda β€” itu adalah pekerjaan Anda.

5. Melupakan komentar minor
Banyak dosen fokus merespons komentar besar dan mengabaikan komentar kecil β€” typo yang diminta diperbaiki, referensi yang perlu ditambahkan, atau kalimat yang perlu diperjelas. Komentar minor yang tidak direspons adalah tanda bahwa Anda tidak membaca keseluruhan feedback dengan teliti.


Template Response to Reviewers yang Siap Digunakan

Anda bisa menyimpan template berikut dan mengisinya setiap kali mendapat keputusan revisi:


RESPONSE TO REVIEWERS

Manuscript ID: [ID]
Manuscript Title: [Judul]
Journal: [Nama Jurnal]


Dear Editor,

We sincerely thank the Editor and the reviewers for their careful reading of our manuscript and their constructive feedback. We have carefully considered all comments and have revised the manuscript accordingly. Below, we provide a detailed point-by-point response.

All changes in the revised manuscript are highlighted in [yellow / track changes] for ease of review.


REVIEWER 1

Comment 1:
[Kutip komentar reviewer]

Response:
[Respons Anda]

Changes Made:
[Perubahan spesifik, termasuk halaman dan baris]


Comment 2:
[Kutip komentar reviewer]

Response:
[Respons Anda]

Changes Made:
[Perubahan spesifik]


REVIEWER 2

[Lanjutkan dengan format yang sama]


We hope that our revisions have adequately addressed the reviewers’ concerns. We remain open to any further feedback and look forward to your decision.

Sincerely,
[Nama Anda]
[Institusi]
[Email]


Dari Revisi ke Penerimaan: Satu Hal yang Paling Menentukan

Dosen yang berhasil melewati proses revisi jurnal internasional bukan selalu yang penelitiannya paling sempurna. Mereka adalah dosen yang memahami bahwa proses publikasi adalah proses komunikasi β€” dan bahwa kemampuan berkomunikasi secara profesional dalam bahasa Inggris adalah keterampilan yang bisa dipelajari, dilatih, dan dikuasai.

Response to reviewers adalah salah satu dokumen akademik yang paling jarang diajarkan secara formal di Indonesia β€” padahal dampaknya terhadap keberhasilan publikasi sangat besar.

Memahami cara menulisnya dengan tepat bukan hanya meningkatkan peluang paper diterima; ini membangun reputasi Anda sebagai akademisi yang profesional dan kolaboratif di mata editor dan komunitas ilmiah internasional.

Untuk strategi pengembangan bahasa Inggris akademik yang lebih menyeluruh β€” termasuk cara membangun kepercayaan diri menulis dalam bahasa Inggris, menghadapi proses peer review, dan roadmap 90 hari untuk dosen Indonesia β€” baca Panduan Lengkap Bahasa Inggris untuk Guru, Dosen, dan Profesional Indonesia.


aufani yukzanali - mentor bahasa inggris

Tentang Aufani Yukzanali


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *