Cara Menulis Jurnal Internasional dengan Kerangka CARS

9 menit

Baca

Updated

Cara Menulis Jurnal Internasional dengan Kerangka CARS

Panduan Menulis untuk Bagian Introduction jurnal Internasional

Ditulis oleh Aufani Yukzanali | Konsultan Academic English untuk Dosen dan Peneliti Indonesia sejak 2015


Dari semua bagian manuskrip yang saya bantu dosen revisi, Introduction adalah yang paling sering menjadi masalah — dan paling sering disalahpahami.

Bukan karena dosen tidak bisa menulis. Bukan karena mereka tidak memahami penelitiannya sendiri. Masalahnya hampir selalu sama: mereka menulis Introduction seperti mereka menulis latar belakang di skripsi atau proposal — dimulai dari konteks yang sangat luas, bergerak perlahan menuju topik, lalu berhenti tepat sebelum yang paling penting: mengapa penelitian ini perlu ada.

Reviewer jurnal internasional membaca ratusan manuskrip per tahun. Mereka mengenali pola ini dalam dua paragraf pertama. Dan ketika mereka melihatnya, penilaian awal mereka terbentuk sebelum mereka sampai ke bagian Methods.

Artikel ini membahas satu kerangka yang mengubah cara saya mendampingi dosen Indonesia menulis Introduction: kerangka CARS (Create A Research Space), yang dikembangkan oleh John Swales. Ini bukan teori akademik yang abstrak — ini adalah peta yang membantu Anda memahami apa yang sebenarnya diharapkan reviewer dari Introduction sebuah artikel jurnal internasional.

Artikel ini adalah bagian dari Panduan Lengkap Bahasa Inggris untuk Guru, Dosen, dan Profesional Indonesia, yang membahas strategi menyeluruh untuk tiga segmen profesi. Untuk konteks lengkap tentang perjalanan publikasi jurnal internasional — dari abstrak hingga merespons komentar reviewer — baca panduan tersebut terlebih dahulu.

menulis jurnal internasional

Mengapa Introduction Paling Sering Ditolak

Sebelum masuk ke kerangka CARS, penting untuk memahami mengapa Introduction menjadi bagian yang paling sering menjadi alasan penolakan awal.

Ketika reviewer membaca Introduction, mereka sedang menjawab tiga pertanyaan secara bersamaan:

Pertama — apakah topik ini relevan dan penting? Reviewer perlu diyakinkan bahwa penelitian ini layak diterbitkan karena ia berkontribusi pada percakapan ilmiah yang nyata, bukan sekadar mengisi kekosongan yang tidak ada yang peduli.

Kedua — apakah penulis memahami literatur yang relevan? Introduction yang baik memperlihatkan bahwa penulis mengetahui apa yang sudah diketahui di bidangnya, apa yang masih diperdebatkan, dan di mana celah yang belum dijawab.

Ketiga — apakah ada celah nyata yang penelitian ini isi? Ini adalah pertanyaan paling kritis. Tanpa research gap yang jelas, tidak ada alasan bagi penelitian ini untuk ada.

Kebanyakan Introduction yang saya lihat dari dosen Indonesia gagal di pertanyaan ketiga — bukan karena penelitiannya tidak punya kontribusi, melainkan karena gap itu tidak pernah dinyatakan secara eksplisit. Ia tersirat, atau diasumsikan sudah jelas. Tapi dalam jurnal internasional, yang tersirat tidak dihitung.

Baca Juga Tips Membaca Jurnal Ilmiah Internasional dengan Cepat


Kerangka CARS: Tiga Move yang Membentuk Introduction

John Swales menganalisis ratusan Introduction dari jurnal ilmiah internasional dan menemukan bahwa hampir semuanya mengikuti pola yang sama — tiga gerakan retorika yang ia sebut moves. Memahami tiga move ini mengubah Introduction dari aktivitas menulis yang terasa ambigu menjadi proses yang terstruktur dan dapat dieksekusi.

Move 1: Establishing a Territory — Membangun Wilayah Penelitian

Move pertama menjawab pertanyaan: mengapa topik ini penting dan relevan?

Ini adalah tempat di mana Anda memposisikan penelitian Anda dalam lanskap ilmu pengetahuan yang lebih luas. Anda sedang berkata kepada reviewer: bidang ini penting, banyak orang peduli, dan berikut adalah mengapa.

Ada tiga cara umum untuk membangun wilayah penelitian:

Klaim sentralitas topik — menyatakan bahwa topik ini penting, banyak diteliti, atau memiliki implikasi yang signifikan. Contoh: “Teacher professional development has been widely recognized as a critical factor in improving student learning outcomes across educational systems worldwide.”

Generalisasi tentang topik — memberikan gambaran umum tentang apa yang sudah diketahui di bidang ini. Ini biasanya dilakukan dengan merangkum temuan dari beberapa studi relevan.

Tinjauan penelitian sebelumnya — memetakan perkembangan penelitian di bidang ini secara kronologis atau tematik.

Penting: Move 1 tidak terlalu panjang. Dua hingga tiga paragraf sudah cukup. Tujuannya bukan untuk merangkum semua yang pernah ditulis tentang topik ini — tujuannya adalah meletakkan konteks yang cukup agar Move 2 masuk akal.

Frasa yang berguna untuk Move 1:

  • “[Topic] has received considerable attention in recent years…”
  • “A growing body of research has shown that…”
  • “[Topic] plays a crucial role in…”
  • “Numerous studies have investigated…”
  • “Research on [topic] has consistently demonstrated…”

Move 2: Establishing a Niche — Menemukan Celah

Move kedua adalah jantung dari seluruh Introduction. Di sinilah Anda menjawab: tapi ada sesuatu yang belum dijawab.

Move 2 menciptakan research space — ruang yang akan diisi oleh penelitian Anda. Tanpa Move 2 yang kuat, Move 3 tidak punya dasar untuk berdiri.

Ada beberapa cara untuk menetapkan niche:

Counter-claiming — menyatakan bahwa temuan yang ada saling bertentangan atau tidak konsisten. “However, findings on this issue remain inconclusive, with some studies reporting… while others suggest…”

Indicating a gap — menyatakan bahwa ada aspek yang belum diteliti. “Despite this growing interest, little attention has been paid to…” atau “To date, no study has examined…”

Raising a question — mengajukan pertanyaan yang belum terjawab oleh penelitian yang ada.

Continuing a tradition — menunjukkan bahwa penelitian Anda melanjutkan atau memperluas penelitian sebelumnya ke konteks yang baru.

Dari pengalaman mendampingi dosen Indonesia, satu pola berulang yang paling banyak saya lihat: mereka melewati Move 2 karena merasa tidak sopan untuk mengkritik atau menyatakan keterbatasan penelitian orang lain. Ini adalah refleks budaya yang sangat dapat dipahami — tapi dalam konteks jurnal internasional, menyatakan gap bukan berarti mengkritik peneliti lain. Ini adalah cara standar komunitas ilmiah menunjukkan kontribusi penelitian baru.

Anda tidak perlu agresif. Cukup eksplisit.

Frasa yang berguna untuk Move 2:

  • “However, few studies have focused on…”
  • “Despite these advances, little is known about…”
  • “Previous research has not addressed…”
  • “There is, however, a lack of research on…”
  • “To the best of our knowledge, no study has…”
  • “While [X] has been studied extensively, [Y] remains underexplored…”

Move 3: Occupying the Niche — Mengisi Celah

Move ketiga menjawab: dan inilah yang penelitian ini lakukan untuk mengisi celah tersebut.

Setelah Anda membangun wilayah dan menetapkan celah, Move 3 adalah tempat Anda masuk dan menyatakan apa yang penelitian Anda tawarkan. Ini biasanya mencakup:

Pernyataan tujuan penelitian“This study aims to…” atau “The purpose of this paper is to…”

Deskripsi penelitian“This paper reports on a study that…”

Pernyataan temuan utama — untuk beberapa jurnal, terutama di bidang sains dan teknik, Introduction sudah menyebutkan temuan utama secara singkat.

Gambaran struktur artikel“The paper is organized as follows…” — ini tidak selalu wajib, tergantung gaya jurnal target Anda.

Move 3 biasanya relatif singkat dan langsung. Ini bukan tempat untuk membahas metodologi secara detail — itu ada di bagian Methods. Cukup nyatakan dengan jelas: apa yang diteliti, dengan tujuan apa, dan mengapa ini relevan dengan gap yang sudah Anda identifikasi di Move 2.

Frasa yang berguna untuk Move 3:

  • “This study investigates…”
  • “The present study aims to…”
  • “We report here on…”
  • “The goal of this paper is to…”
  • “This research addresses this gap by…”
  • “Drawing on [data/framework], this paper argues that…”

Dari Tahu ke Bisa: Cara Menggunakan Kerangka CARS Secara Praktis

Memahami tiga move di atas adalah langkah pertama. Tapi ada jarak antara memahami kerangka dan bisa mengaplikasikannya pada manuskrip Anda sendiri. Berikut adalah cara saya biasanya menjembatani jarak itu bersama dosen yang saya dampingi.

Langkah 1: Analisis Introduction dari Artikel di Jurnal Target Anda

Sebelum menulis Introduction Anda sendiri, luangkan waktu untuk menganalisis tiga hingga lima Introduction dari artikel yang sudah diterbitkan di jurnal yang Anda tuju. Dengan kerangka CARS di tangan, baca setiap paragraf dan tandai: ini bagian dari Move 1, Move 2, atau Move 3?

Dua hal yang biasanya segera terlihat dari latihan ini: pertama, seberapa panjang masing-masing move di jurnal target Anda — ini bervariasi antara disiplin ilmu dan jurnal. Kedua, frasa-frasa spesifik yang digunakan untuk setiap move — ini adalah frasa yang sudah terbukti diterima oleh reviewer jurnal tersebut.

Ini adalah riset genre yang sangat berguna, dan hampir tidak ada yang melakukannya sebelum menulis esai.

Langkah 2: Tulis Move 2 Terlebih Dahulu

Ini adalah saran yang sering mengejutkan — dan hampir selalu terbukti efektif.

Kebanyakan orang menulis Introduction dari awal ke akhir: mulai dari Move 1, kemudian Move 2, kemudian Move 3. Masalahnya adalah Move 1 sering menjadi terlalu panjang karena Anda belum tahu persis gap apa yang ingin Anda bangun.

Coba balik urutannya: tulis Move 2 terlebih dahulu. Tentukan dengan sangat jelas research gap spesifik yang ingin Anda klaim. Setelah itu, Move 1 menjadi lebih mudah ditulis karena Anda tahu persis konteks apa yang perlu dibangun untuk membuat Move 2 terasa logis. Dan Move 3 mengalir langsung dari Move 2.

Langkah 3: Periksa Transisi Antar Move

Salah satu tanda Introduction yang lemah adalah ketika perpindahan antar move terasa abrupt — pembaca tiba-tiba berpindah dari “banyak penelitian yang sudah dilakukan” langsung ke “penelitian ini bertujuan untuk” tanpa jembatan yang jelas.

Transisi yang baik antara Move 1 dan Move 2 biasanya menggunakan contrast connector: however, nevertheless, yet, despite this, in spite of these advances. Transisi ini memberi sinyal kepada pembaca: sebentar lagi akan ada gap.

Transisi antara Move 2 dan Move 3 biasanya lebih langsung: “To address this gap…”, “In response to this need…”, “The present study therefore…”


Kesalahan Paling Umum yang Perlu Dihindari

Dari manuskrip yang saya review selama bertahun-tahun, ada empat kesalahan yang paling konsisten muncul di Introduction dosen Indonesia.

Kesalahan 1: Move 2 tidak eksplisit. Gap penelitian tersirat tapi tidak pernah dinyatakan secara langsung. Reviewer tidak akan mengisi kekosongan ini untuk Anda.

Kesalahan 2: Move 1 terlalu panjang. Introduction yang terlalu banyak merangkum literatur dan terlalu sedikit membangun argumen terasa seperti literature review yang tidak selesai. Aturan praktis: jika Move 1 Anda lebih dari setengah total panjang Introduction, kemungkinan besar terlalu panjang.

Kesalahan 3: Gap terlalu luas. “No study has examined English language teaching in Indonesia” — ini terlalu luas untuk menjadi research gap yang kredibel. Gap yang baik adalah yang spesifik: populasi tertentu, konteks tertentu, variabel tertentu, atau perspektif teoritis tertentu yang belum dieksplorasi.

Kesalahan 4: Move 3 tidak terhubung ke Move 2. Ketika tujuan penelitian di Move 3 tidak terasa seperti jawaban langsung atas gap yang dinyatakan di Move 2, reviewer akan bertanya-tanya apakah penelitian ini benar-benar menjawab masalah yang diidentifikasi.


Introduction sebagai Bagian dari Perjalanan Publikasi yang Lebih Panjang

Menguasai Introduction adalah satu tonggak penting — tapi bukan satu-satunya yang perlu dikuasai dalam perjalanan publikasi jurnal internasional.

Dalam Panduan Lengkap Bahasa Inggris untuk Guru, Dosen, dan Profesional Indonesia, saya membahas roadmap 90 hari yang saya rancang khusus untuk dosen Indonesia yang ingin membangun kompetensi academic writing secara sistematis — mulai dari menulis abstrak yang melewati initial screening, membangun Introduction dengan CARS, hingga merespons komentar reviewer dengan bahasa yang tepat.

Jika Anda sudah membaca artikel tentang cara menulis abstrak jurnal internasional dan cara merespons komentar reviewer, Introduction dengan kerangka CARS adalah jembatan yang menghubungkan keduanya — bagian yang menentukan apakah manuskrip Anda akan dibaca lebih jauh atau tidak.

Kuasai CARS. Tulis Introduction yang membuat reviewer ingin terus membaca.


aufani yukzanali - mentor bahasa inggris

Tentang Aufani Yukzanali


1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *