Cara Persiapan IELTS dan TOEFL untuk Mahasiswa: Panduan Strategis dari Nol

Oleh Aufani Yukzanali | Kategori: English for Students


Persiapan IELTS atau TOEFL โ€” dua nama yang hampir selalu muncul setiap kali mahasiswa Indonesia mulai serius memikirkan beasiswa luar negeri, program pertukaran pelajar, atau melanjutkan studi ke jenjang S2.

Dan hampir selalu diikuti oleh pertanyaan yang sama: “Harus mulai dari mana?”

Artikel ini menjawab pertanyaan itu secara langsung. Bukan panduan teoritis tentang apa itu IELTS dan TOEFL โ€” tapi panduan strategis tentang bagaimana mempersiapkan diri secara efektif, bahkan jika Anda baru memulai dari nol.

Artikel ini adalah bagian dari seri English for Students โ€” panduan belajar bahasa Inggris komprehensif khusus untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia.


persiapan ielts

IELTS atau TOEFL? Pilih yang Tepat Sebelum Mulai Belajar

Ini adalah keputusan pertama yang harus Anda buat โ€” dan banyak mahasiswa yang melewatinya begitu saja, lalu baru sadar di tengah persiapan IELTS dan TOEFL bahwa mereka mempersiapkan tes yang salah.

Perbedaan Utama

IELTS (International English Language Testing System)
Dikelola bersama oleh British Council, IDP, dan Cambridge Assessment English. Ada dua versi: IELTS Academic (untuk keperluan akademik dan imigrasi) dan IELTS General Training (untuk keperluan kerja dan migrasi). Untuk beasiswa dan kuliah S2/S3, yang relevan adalah IELTS Academic.

Skor IELTS menggunakan skala band 1โ€“9. Sebagian besar program S2 internasional mensyaratkan minimum band 6.0โ€“7.0. Beasiswa seperti LPDP, Chevening, dan Australia Awards umumnya mensyaratkan band 6.5 ke atas.

TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language โ€” Internet-Based Test)
Dikelola oleh Educational Testing Service (ETS). Lebih umum digunakan untuk aplikasi ke universitas di Amerika Serikat dan Kanada. Skor berkisar antara 0โ€“120, dengan sebagian besar program S2 mensyaratkan minimum 80โ€“100.

Mana yang Harus Anda Pilih?

Pilih IELTS jika:

  • Target studi Anda adalah di Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, atau Eropa
  • Anda melamar beasiswa LPDP, Chevening, Australia Awards, atau beasiswa pemerintah Indonesia lainnya
  • Anda lebih nyaman dengan format wawancara langsung (speaking IELTS dilakukan face-to-face dengan examiner)

Pilih TOEFL iBT jika:

  • Target studi Anda adalah di Amerika Serikat
  • Universitas atau program yang Anda tuju secara spesifik mensyaratkan TOEFL
  • Anda lebih nyaman mengerjakan semua section di depan komputer, termasuk speaking

Catatan penting: Selalu cek persyaratan spesifik dari program atau beasiswa yang Anda tuju. Beberapa program menerima keduanya, beberapa hanya menerima salah satunya. Jangan berasumsi.


Memahami Format Kedua Tes

Sebelum menyusun strategi belajar, Anda perlu memahami apa yang akan diuji.

Format IELTS Academic

IELTS terdiri dari empat section yang diuji dalam satu hari, dengan total durasi sekitar dua jam empat puluh lima menit.

Listening (30 menit + 10 menit transfer jawaban)
Empat rekaman audio dengan tingkat kesulitan yang meningkat. Dari percakapan sehari-hari hingga kuliah akademik. Anda hanya mendengar rekaman satu kali.

Reading (60 menit)
Tiga teks akademik panjang, total sekitar 2.000โ€“2.750 kata. Pertanyaannya mencakup berbagai format: multiple choice, true/false/not given, matching headings, sentence completion, dan lain-lain.

Writing (60 menit)
Dua tugas. Task 1: mendeskripsikan data visual (grafik, tabel, diagram) dalam minimal 150 kata. Task 2: menulis esai argumentatif dalam minimal 250 kata. Task 2 bobotnya dua kali lipat Task 1.

Speaking (11โ€“14 menit)
Tiga bagian: perkenalan diri dan pertanyaan umum, monolog tentang topik yang diberikan (2 menit), dan diskusi lebih mendalam tentang topik tersebut. Dilakukan face-to-face dengan examiner terlatih.

Format TOEFL iBT

TOEFL iBT juga terdiri dari empat section, dengan total durasi sekitar tiga jam.

Reading (54โ€“72 menit)
Tiga hingga empat teks akademik, masing-masing sekitar 700 kata. Format pertanyaan: multiple choice dan drag-and-drop.

Listening (41โ€“57 menit)
Dua sampai tiga percakapan (antara mahasiswa dan staf universitas) dan tiga hingga empat kuliah akademik. Anda boleh mencatat selama mendengarkan.

Speaking (17 menit)
Empat tugas yang semuanya direkam. Dua tugas integrated (membaca + mendengar, lalu berbicara), dua tugas berbasis pendapat pribadi.

Writing (50 menit)
Dua tugas. Integrated task: membaca teks, mendengar kuliah, lalu menulis ringkasan yang menghubungkan keduanya. Academic Discussion task: merespons diskusi online dalam waktu sepuluh menit.


Berapa Lama Waktu Persiapan IELTS yang Dibutuhkan?

Ini bergantung pada dua variabel: skor target Anda dan level kemampuan bahasa Inggris Anda saat ini.

Sebagai panduan umum:

Jika kemampuan bahasa Inggris Anda saat ini setara dengan level menengah (bisa memahami teks bahasa Inggris umum, cukup nyaman berbicara meski belum lancar), perkiraan waktu persiapan yang realistis adalah sebagai berikut:

Untuk target IELTS band 6.0โ€“6.5, persiapan tiga hingga empat bulan dengan latihan konsisten setiap hari sudah cukup bagi sebagian besar mahasiswa. Untuk target band 7.0 ke atas, alokasikan enam bulan atau lebih โ€” terutama jika Writing dan Speaking adalah kelemahan Anda.

Untuk TOEFL, target skor 80โ€“90 umumnya bisa dicapai dalam tiga hingga empat bulan persiapan serius. Target di atas 100 membutuhkan fondasi yang lebih kuat dan waktu persiapan yang lebih panjang.

Hal yang lebih penting dari durasi adalah kualitas dan konsistensi latihan. Empat bulan latihan setengah hati menghasilkan hasil yang jauh lebih buruk dibandingkan dua bulan latihan terarah setiap hari.


Strategi Persiapan per Section

Listening: Bangun Kebiasaan Mendengar Aktif

Kesalahan terbesar dalam mempersiapkan Listening adalah hanya berlatih menggunakan soal-soal latihan resmi tanpa membangun kebiasaan mendengar aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Soal latihan penting โ€” tapi telinga Anda perlu terbiasa dengan berbagai aksen (British, Australian, American, Canadian) dan kecepatan bicara yang berbeda-beda sebelum hari ujian.

Yang perlu dilakukan:

Jadikan mendengarkan konten berbahasa Inggris sebagai kebiasaan harian, bukan hanya sesi belajar. Podcast akademik seperti BBC In Our Time, TED Radio Hour, atau Stuff You Should Know melatih telinga Anda pada level yang mirip dengan soal IELTS dan TOEFL.

Saat berlatih dengan soal resmi, jangan langsung cek jawaban setelah selesai. Dengarkan ulang bagian yang Anda jawab salah โ€” identifikasi apakah Anda tidak mendengar kata kuncinya, atau mendengar tapi salah memahami konteksnya. Dua jenis kesalahan ini membutuhkan pendekatan perbaikan yang berbeda.

Untuk IELTS khususnya, latih kemampuan memprediksi jawaban sebelum audio dimainkan. Baca pertanyaan terlebih dahulu dan bayangkan jenis jawaban yang mungkin diminta โ€” angka, nama, kata benda, kata sifat, dan sebagainya.

Reading: Kecepatan dan Ketepatan, Bukan Pemahaman Total

Satu kesalahan fatal yang sering dilakukan mahasiswa dalam section Reading adalah membaca setiap kata dari awal hingga akhir teks sebelum menjawab pertanyaan. Dengan tiga teks panjang dalam enam puluh menit, strategi itu akan membuat Anda kehabisan waktu.

Strategi yang lebih efektif:

Skimming dan scanning adalah dua keterampilan yang harus Anda kuasai. Skimming adalah membaca cepat untuk menangkap ide utama setiap paragraf. Scanning adalah mencari informasi spesifik secara langsung tanpa membaca keseluruhan teks.

Untuk sebagian besar jenis pertanyaan, Anda tidak perlu memahami seluruh teks โ€” Anda hanya perlu menemukan bagian yang relevan, lalu membacanya dengan lebih cermat.

Khusus untuk pertanyaan True/False/Not Given (IELTS) atau Yes/No/Not Given, banyak mahasiswa kehilangan poin karena tidak memahami perbedaan antara False dan Not Given. False berarti teks secara eksplisit menyatakan kebalikan dari pernyataan. Not Given berarti teks tidak memberikan informasi yang cukup untuk mengonfirmasi atau menyangkal pernyataan โ€” bukan berarti pernyataannya salah.

Bangun kosakata akademik secara aktif. Academic Word List (AWL) yang dikembangkan oleh Averil Coxhead mencakup kata-kata yang paling sering muncul dalam teks akademik berbahasa Inggris. Menguasai daftar ini secara bertahap akan secara signifikan meningkatkan kecepatan dan pemahaman reading Anda.

Writing: Struktur Dulu, Gaya Kemudian

Writing adalah section yang paling sering menjadi bottleneck bagi mahasiswa Indonesia โ€” terutama karena ia menggabungkan penguasaan grammar, kosakata, dan kemampuan berargumentasi sekaligus.

Untuk IELTS Task 1 (Describing Data):

Struktur yang efektif: pembuka yang memparafrase deskripsi grafik โ†’ overview yang menyebutkan tren atau perbedaan paling signifikan โ†’ detail dengan angka spesifik โ†’ (opsional) perbandingan atau kesimpulan.

Yang paling sering membuat skor Task 1 rendah adalah tidak menulis overview. Banyak mahasiswa langsung masuk ke detail angka tanpa terlebih dahulu menyebutkan gambaran besar dari data yang disajikan. Overview adalah salah satu kriteria penilaian utama di Task 1.

Untuk IELTS Task 2 dan TOEFL Writing:

Kuasai satu struktur esai argumentatif yang solid dan latih secara konsisten. Struktur yang paling aman dan efektif untuk tes standar: pendahuluan dengan thesis statement yang jelas โ†’ dua atau tiga paragraf body masing-masing dengan satu argumen utama yang didukung contoh โ†’ kesimpulan yang merangkum dan menegaskan posisi Anda.

Thesis statement adalah kalimat yang menyatakan posisi atau argumen utama Anda secara eksplisit. Ini harus ada di paragraf pendahuluan dan harus langsung menjawab pertanyaan esai. Tanpa thesis statement yang jelas, esai Anda akan terasa tidak terarah.

Jangan menulis esai yang terlalu panjang dalam sesi latihan. Fokus pada kualitas argumen dan kejelasan struktur. Esai 280 kata yang terstruktur rapi dan berargumen kuat akan mendapat skor lebih tinggi daripada esai 380 kata yang berputar-putar tanpa arah.

Untuk meningkatkan kualitas writing secara umum:

Baca esai dan artikel akademik berbahasa Inggris secara aktif. Perhatikan bagaimana penulis membuka paragraf, bagaimana mereka menghubungkan satu ide ke ide berikutnya, dan bagaimana mereka mengakhiri argumen. Pola-pola ini akan secara bertahap terinternalisasi dan muncul dalam tulisan Anda sendiri.

Speaking: Konsistensi dan Kejelasan di Atas Segalanya

Speaking IELTS dan TOEFL keduanya menguji kemampuan Anda untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara jelas dan terstruktur โ€” bukan kemampuan Anda berbicara seperti native speaker.

Empat kriteria penilaian IELTS Speaking:
Fluency and Coherence (kelancaran dan koherensi), Lexical Resource (kosakata), Grammatical Range and Accuracy (variasi dan akurasi grammar), dan Pronunciation (kejelasan pengucapan). Keempat kriteria ini bobotnya sama.

Implikasinya: skor Anda tidak hanya bergantung pada satu aspek. Seseorang yang berbicara sangat fasih tapi dengan kosakata yang terbatas akan tetap mendapat skor rendah di Lexical Resource. Sebaliknya, seseorang yang kosakatanya kaya tapi berbicara dengan banyak jeda panjang akan mendapat skor rendah di Fluency.

Strategi latihan yang konkret:

Rekam jawaban Anda menggunakan soal latihan Speaking IELTS atau TOEFL, lalu dengarkan ulang. Evaluasi sendiri: Apakah jawaban Anda langsung menjawab pertanyaan? Apakah ada jeda panjang yang berulang? Apakah Anda menggunakan variasi kosakata atau kata yang sama berulang-ulang?

Untuk IELTS Part 2 (monolog dua menit), latih kemampuan berbicara secara terstruktur tentang satu topik selama dua menit penuh tanpa berhenti. Gunakan empat poin di cue card sebagai kerangka โ€” tapi jangan hanya menjawab empat poin itu satu per satu. Kembangkan setiap poin dengan detail, contoh, atau elaborasi.


Sumber Belajar yang Direkomendasikan

Gratis:

Cambridge English menyediakan sampel soal resmi IELTS di situs mereka yang bisa diunduh gratis. ETS juga menyediakan soal latihan TOEFL resmi dengan versi gratis terbatas di situs TOEFL Official Prep.

British Council memiliki platform Road to IELTS yang menyediakan latihan soal dan materi belajar โ€” sebagian tersedia gratis, sebagian berbayar.

Untuk Listening dan Reading, kanal YouTube seperti IELTS Liz dan IELTS Advantage menyediakan penjelasan strategi yang jelas dan sampel soal yang bisa langsung dipraktikkan.

Berbayar tapi sangat berharga:

Cambridge IELTS Practice Tests (buku seri resmi Cambridge, tersedia hingga edisi terbaru) adalah sumber soal latihan paling otentik yang tersedia. Jika Anda hanya bisa membeli satu sumber belajar, ini pilihan yang paling direkomendasikan.

Untuk TOEFL, Official TOEFL iBT Tests oleh ETS adalah padanan resminya.


Kesalahan Strategis yang Harus Dihindari

Berlatih tanpa simulasi kondisi ujian
Mengerjakan soal latihan tanpa batasan waktu tidak mencerminkan kondisi ujian yang sesungguhnya. Biasakan diri mengerjakan soal dengan timer yang berjalan โ€” terutama untuk Reading dan Writing.

Hanya fokus pada kelemahan, mengabaikan kekuatan
Memperbaiki kelemahan penting โ€” tapi mengabaikan section yang sudah kuat bisa membuat skor di section tersebut justru turun pada hari ujian karena kurang latihan. Pertahankan yang sudah baik sambil memperbaiki yang lemah.

Menunda mock test sampai akhir persiapan
Mock test (simulasi ujian penuh) sebaiknya dilakukan sejak awal โ€” untuk mengidentifikasi kelemahan, mengukur baseline skor Anda, dan membiasakan diri dengan durasi total ujian. Banyak mahasiswa baru melakukan mock test seminggu sebelum ujian, yang terlalu terlambat untuk melakukan perbaikan yang berarti.

Menghafal template Writing tanpa memahami strukturnya
Template writing yang dihafal tanpa pemahaman sering terdeteksi oleh examiner dan penilai โ€” dan akan berpengaruh negatif pada skor Lexical Resource dan Coherence. Pahami mengapa sebuah struktur esai bekerja, bukan hanya apa strukturnya.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah skor IELTS atau TOEFL expired?
Ya. Skor IELTS berlaku selama dua tahun sejak tanggal ujian. Skor TOEFL iBT juga berlaku dua tahun. Pastikan Anda mengambil ujian dalam rentang waktu yang masih relevan dengan tenggat pendaftaran program yang Anda tuju.

Berapa kali boleh mengulang tes jika skor belum memenuhi syarat?
Tidak ada batasan jumlah pengulangan untuk IELTS maupun TOEFL. Tapi setiap pengulangan membutuhkan biaya yang tidak kecil โ€” IELTS sekitar tiga juta hingga empat juta rupiah, TOEFL iBT sekitar dua juta lima ratus rupiah. Persiapan yang serius sebelum mengambil ujian pertama adalah investasi yang jauh lebih efisien.

Apakah kursus persiapan IELTS/TOEFL wajib?
Tidak wajib. Banyak mahasiswa berhasil mencapai skor target mereka melalui belajar mandiri dengan sumber yang tepat. Kursus berguna jika Anda membutuhkan struktur belajar yang lebih ketat, umpan balik langsung pada Writing dan Speaking, atau lingkungan belajar yang memotivasi.


Kesimpulan

Persiapan IELTS dan TOEFL yang efektif bukan tentang seberapa banyak soal yang Anda kerjakan โ€” tapi tentang seberapa strategis Anda belajar.

Pilih tes yang tepat sesuai tujuan Anda. Pahami format dan kriteria penilaian sebelum mulai berlatih. Alokasikan waktu persiapan yang realistis. Dan bangun kebiasaan berbahasa Inggris sehari-hari yang menjadi fondasi dari semua latihan soal yang Anda lakukan.

Skor IELTS dan TOEFL bukan cerminan bakat bahasa Inggris bawaan Anda โ€” ia adalah hasil dari persiapan yang terencana dan konsisten. Dan itu sepenuhnya ada dalam kendali Anda.


Baca juga: Panduan Lengkap English for Students: Tenses, Hambatan, dan Metode Belajar โ†’


Ditulis oleh Aufani Yukzanali, praktisi dan pelatih bahasa Inggris yang telah mendampingi ratusan pelajar dan mahasiswa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *