Baca
Updated
10 Contoh Kalimat Passive Voice Bahasa Inggris
Panduan Lengkap dari Definisi sampai Latihan
Passive voice adalah kalimat di mana subjek menerima aksi, bukan melakukan aksi. Contohnya, “The letter is written by her” (Surat itu ditulis olehnya). Berbeda dengan active voice yang subjeknya melakukan aksi, seperti “She writes the letter” (Dia menulis surat itu).
Kalau Anda masih bingung, tenang. Artikel ini akan membahas semuanya dari nol. Mulai dari definisi, rumus, sampai latihan langsung. Anda tidak perlu menghafal. Cukup pahami polanya, lalu praktik.
Daftar Isi

Apa Itu Passive Voice?
Passive voice (kalimat pasif) adalah bentuk kalimat yang menekankan objek atau hasil dari sebuah aksi, bukan pelakunya.
Dalam bahasa Indonesia, ini mirip dengan kalimat berimbuhan “di-“. Contoh: “Buku itu dibaca oleh Ana.” Fokusnya ada pada buku, bukan pada Ana.
Dalam bahasa Inggris, polanya hampir sama. Subjek yang biasanya jadi pelaku (misalnya “Ana”) berpindah posisi menjadi keterangan tambahan, atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Selama belasan tahun mengajar, saya sering menemukan siswa yang bisa membuat kalimat pasif dengan benar, tapi tidak sadar kapan sebaiknya memakainya. Padahal, passive voice sangat umum dipakai di berita, laporan resmi, dan tulisan ilmiah, karena pelaku aksi sering kali tidak penting untuk disebutkan.
Rumus Passive Voice dalam Bahasa Inggris
Rumus dasarnya sederhana:
Subjek + to be + Verb 3 (past participle) + (by + pelaku)
Contoh: “The cake is baked by my mother.” (Kue itu dipanggang oleh ibu saya.)
Bagian “to be” ini yang paling sering bikin salah, karena bentuknya berubah-ubah tergantung waktu (tense) dan jumlah subjeknya. Kalau Anda masih ragu kapan pakai “is”, “are”, “was”, atau “were”, ada baiknya pelajari dulu cara menggunakan to be yang benar sebelum lanjut ke rumus passive voice.
Setelah “to be”, kata kerja yang dipakai bukan bentuk dasar (V1), tapi bentuk ketiga atau past participle (V3). Contoh: write โ written, bake โ baked, buy โ bought.
Bagian “by + pelaku” sifatnya opsional. Sering dihilangkan kalau pelakunya sudah jelas, tidak penting, atau tidak diketahui. Contoh: “The window was broken.” (Jendela itu pecah.) Kita tidak tahu atau tidak perlu tahu siapa yang memecahkannya.
Apa Beda Bahasa Inggris Aktif dan Pasif?
Perbedaan utamanya ada pada fokus kalimat, bukan pada arti.
Active voice fokus ke pelaku aksi. Passive voice fokus ke objek atau hasil aksi. Artinya tetap sama, tapi penekanannya berbeda.
Contoh:
- Active: “Chef cooks the food.” (Koki memasak makanan itu.) โ fokus ke koki.
- Passive: “The food is cooked by the chef.” (Makanan itu dimasak oleh koki.) โ fokus ke makanan.
Secara struktur, active voice mengikuti pola Subjek-Verb-Objek biasa. Kalau Anda ingin memahami pola dasar ini lebih dulu, silakan baca struktur kalimat bahasa Inggris sebagai fondasinya. Passive voice, di sisi lain, “membalik” posisi objek menjadi subjek, lalu menambahkan “to be” dan verb 3.
Cara Membedakan Passive Voice dan Active Voice
Ada tiga cara cepat untuk mengecek apakah sebuah kalimat aktif atau pasif.
Pertama, lihat posisi pelaku. Kalau pelaku ada di depan sebagai subjek, itu active. Kalau pelaku ada di belakang setelah “by” (atau tidak disebut sama sekali), itu passive.
Kedua, cek keberadaan “to be” plus verb 3. Passive voice selalu punya pola ini. Kalau kalimat hanya punya verb 1, verb 2, atau verb-ing tanpa “to be” plus verb 3, kemungkinan besar itu active.
Ketiga, tanyakan: siapa yang melakukan, dan siapa yang menerima? Kalau subjek kalimat adalah pihak yang “menerima” aksi, itu tandanya passive voice.
10 Contoh Kalimat Active dan Passive Voice
Berikut 10 pasang kalimat active dan passive voice, lengkap dengan terjemahan, supaya Anda bisa membandingkan polanya langsung.
- Active: “The teacher explains the lesson.” (Guru itu menjelaskan pelajaran.)
Passive: “The lesson is explained by the teacher.” (Pelajaran itu dijelaskan oleh guru.) - Active: “They built this house in 2010.” (Mereka membangun rumah ini pada 2010.)
Passive: “This house was built in 2010.” (Rumah ini dibangun pada 2010.) - Active: “She is writing a report.” (Dia sedang menulis laporan.)
Passive: “A report is being written by her.” (Laporan sedang ditulis olehnya.) - Active: “The manager will approve the budget.” (Manajer akan menyetujui anggaran itu.)
Passive: “The budget will be approved by the manager.” (Anggaran itu akan disetujui oleh manajer.) - Active: “Farmers grow rice in this area.” (Petani menanam padi di daerah ini.)
Passive: “Rice is grown by farmers in this area.” (Padi ditanam oleh petani di daerah ini.) - Active: “The company launched a new product.” (Perusahaan meluncurkan produk baru.)
Passive: “A new product was launched by the company.” (Produk baru diluncurkan oleh perusahaan.) - Active: “Someone stole my bike.” (Seseorang mencuri sepeda saya.)
Passive: “My bike was stolen.” (Sepeda saya dicuri.) - Active: “We have finished the project.” (Kami sudah menyelesaikan proyek itu.)
Passive: “The project has been finished.” (Proyek itu sudah diselesaikan.) - Active: “The chef prepares the meal every morning.” (Koki menyiapkan makanan setiap pagi.)
Passive: “The meal is prepared by the chef every morning.” (Makanan disiapkan oleh koki setiap pagi.) - Active: “The government is building a new bridge.” (Pemerintah sedang membangun jembatan baru.)
Passive: “A new bridge is being built by the government.” (Jembatan baru sedang dibangun oleh pemerintah.)
Perhatikan pola dari sepuluh contoh di atas. Verb selalu berubah ke bentuk ketiga di kalimat pasif, dan “to be” menyesuaikan tense serta jumlah subjek.
Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Ada empat langkah sederhana yang bisa Anda ikuti setiap kali mengubah kalimat aktif ke pasif.
Langkah 1: Jadikan objek kalimat aktif sebagai subjek baru.
Contoh: “She reads the book” โ objeknya “the book” jadi subjek.
Langkah 2: Tentukan “to be” yang sesuai tense.
Tense pada kalimat pasif harus sama dengan tense kalimat aktif aslinya. Kalau kalimat aslinya simple past, “to be” yang dipakai juga bentuk past (“was” atau “were”). Kalau Anda belum yakin dengan pola simple past, cek dulu rumus simple past tense supaya tidak salah pilih “to be”.
Langkah 3: Ubah verb ke bentuk ketiga (V3).
“Read” jadi “read” (bentuk V3-nya sama), “write” jadi “written”, “buy” jadi “bought”.
Langkah 4: Pindahkan subjek asli ke belakang, dengan “by” di depannya (opsional).
“She reads the book” โ “The book is read by her.”
Kalau diikuti berurutan, empat langkah ini berlaku untuk hampir semua tense dalam bahasa Inggris. Yang berubah hanya bentuk “to be” dan tambahan kata bantu tense (seperti “being” atau “been”).
Contoh Kalimat Passive Voice Simple Present Tense
Untuk simple present, rumusnya: is/am/are + Verb 3.
Contoh:
- “The store opens at 9 AM” (active) โ “The store is opened at 9 AM.” (Toko itu dibuka pukul 9 pagi.)
- “They clean the office every day” (active) โ “The office is cleaned every day.” (Kantor itu dibersihkan setiap hari.)
- “He writes two reports a week” (active) โ “Two reports are written a week.” (Dua laporan ditulis dalam seminggu.)
Simple present tense biasanya dipakai untuk kebiasaan atau fakta umum, jadi passive voice-nya juga menggambarkan hal yang rutin terjadi, bukan aksi yang sedang berlangsung.
Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense
Present continuous dipakai untuk aksi yang sedang berlangsung saat ini. Rumus passive-nya: is/am/are + being + Verb 3.
Contoh:
- Active: “The workers are painting the wall.” (Para pekerja sedang mengecat dinding.)
Passive: “The wall is being painted by the workers.” (Dinding itu sedang dicat oleh para pekerja.) - Active: “She is preparing dinner.” (Dia sedang menyiapkan makan malam.)
Passive: “Dinner is being prepared by her.” (Makan malam sedang disiapkan olehnya.)
Kalau Anda masih sering tertukar antara simple present dan present continuous, sebaiknya pahami dulu perbedaannya. Artikel beda simple present dan present continuous bisa membantu Anda melihat pola keduanya secara berdampingan, sebelum masuk ke bentuk pasifnya.
Latihan: Yuk, Buat Kalimat Pasif Sendiri
Sekarang giliran Anda praktik. Coba ubah lima kalimat aktif di bawah ini menjadi passive voice. Tulis jawaban Anda di kertas, lalu cocokkan sendiri dengan pola rumus di atas.
- “The students submit their homework every Friday.”
- “My father repaired the car yesterday.”
- “The company is developing a new app.”
- “Tourists visit this beach every summer.”
- “The teacher will explain the grammar rule tomorrow.”
Tips: cek dulu tense kalimatnya, baru tentukan bentuk “to be” yang cocok. Setelah itu, ubah verb ke bentuk ketiga, dan pindahkan objek ke depan sebagai subjek baru.
Cara Membedakan Passive Voice dan Active Voice Secara Cepat
Kalau Anda lupa semua langkah di atas, ingat saja satu pertanyaan ini: “Siapa yang melakukan aksi ini, dan apakah dia disebut di depan kalimat?”
Kalau jawabannya “ya, pelaku ada di depan”, itu active voice. Kalau pelaku ada di belakang setelah “by”, atau tidak disebut sama sekali, itu passive voice.
Kesalahan Umum saat Membuat Passive Voice
Dari pengalaman mengajar, ada beberapa kesalahan yang paling sering muncul saat siswa baru belajar passive voice. Mengenali kesalahan ini akan mempercepat Anda menguasai polanya.
Kesalahan 1: Lupa mengubah verb ke bentuk ketiga.
Salah: “The letter is write by her.” Benar: “The letter is written by her.” Verb harus dalam bentuk V3, bukan V1.
Kesalahan 2: Salah memilih “to be” karena tidak memperhatikan tense asli.
Kalau kalimat aslinya “They built the house” (past tense), passive-nya harus pakai “was/were”, bukan “is/are”. Salah: “The house is built.” Benar: “The house was built.”
Kesalahan 3: Menambahkan “by” padahal pelakunya tidak jelas atau tidak penting.
Salah: “My phone was stolen by someone.” Kalau pelakunya memang tidak diketahui, cukup tulis: “My phone was stolen.”
Kesalahan 4: Mengubah kalimat yang sebenarnya tidak punya objek.
Kalimat seperti “He sleeps early” tidak bisa diubah menjadi passive voice, karena “sleeps” tidak diikuti objek langsung. Hanya kalimat dengan objek yang bisa diubah ke bentuk pasif.
Kalau Anda rutin mengecek empat kesalahan ini setiap kali membuat kalimat pasif, kemampuan Anda akan meningkat jauh lebih cepat dibanding hanya menghafal rumus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu passive voice dalam bahasa Inggris?
Passive voice adalah bentuk kalimat di mana subjek menerima aksi, bukan melakukan aksi. Rumusnya: subjek + to be + verb 3.
Kapan sebaiknya menggunakan passive voice?
Passive voice cocok dipakai saat pelaku aksi tidak penting, tidak diketahui, atau saat Anda ingin fokus pada objek atau hasil, seperti dalam berita dan laporan resmi.
Apa rumus passive voice yang paling dasar?
Rumus dasarnya adalah subjek + to be (is/am/are/was/were) + verb 3 + by (opsional) + pelaku.
Apakah semua kalimat aktif bisa diubah menjadi pasif?
Tidak semua. Kalimat aktif yang tidak punya objek langsung, seperti “She sleeps” atau “He arrived”, tidak bisa diubah ke passive voice, karena tidak ada objek yang bisa dijadikan subjek baru.
Apa beda “by” dalam passive voice dan kapan boleh dihilangkan?
“By” dipakai untuk menyebutkan pelaku aksi. Boleh dihilangkan kalau pelakunya tidak diketahui, tidak penting, atau sudah jelas dari konteks.
Menguasai passive voice memang butuh latihan, bukan hafalan. Semakin sering Anda membaca dan membuat contoh kalimatnya sendiri, semakin cepat polanya melekat. Kalau Anda ingin memperkuat dasar tata bahasa lainnya, jelajahi juga artikel-artikel lain di aufani.yukzanali.com.
