Kesalahan Bahasa Inggris yang Sering Dilakukan Dosen Indonesia

6 menit

Baca

Updated

Banyak dosen Indonesia yang sebenarnya menguasai materi bidang ilmunya dengan sangat baik. Namun terhambat saat harus mengomunikasikannya dalam bahasa Inggris.

Baik saat presentasi di konferensi internasional, menulis manuskrip untuk jurnal bereputasi, maupun mengajar kelas berbahasa Inggris untuk dosen, kesalahan yang muncul sering kali bukan soal kosakata, melainkan pola kebiasaan yang terbawa dari bahasa Indonesia.

Artikel ini membahas secara jujur dan praktis 8 kesalahan bahasa Inggris yang paling sering dilakukan dosen Indonesia — lengkap dengan contoh nyata dan cara memperbaikinya. Jika kamu seorang dosen yang ingin meningkatkan kualitas bahasa Inggris akademikmu, ini adalah bacaan yang tepat.

bahasa inggris untuk dosen

8 Kesalahan Bahasa Inggris yang Paling Umum di Kalangan Dosen Indonesia

Kesalahan 01

Terjemahan Langsung dari Struktur Bahasa Indonesia

Ini adalah kesalahan paling mendasar dalam bahasa Inggris untuk dosen. Banyak dosen secara tidak sadar menerjemahkan kalimat kata per kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris — yang menghasilkan kalimat aneh secara gramatikal meski secara makna bisa ditebak.

❌ Salah
“The result of this research is showing that…”
✅ Benar
“The results of this study show that…”

💡 Solusi: Baca model kalimat dari jurnal internasional di bidangmu dan tiru polanya — bukan kata-katanya. Ini disebut academic phrase mining dan sangat efektif.

Kesalahan 02

Penggunaan Article (a, an, the) yang Tidak Tepat

Bahasa Indonesia tidak mengenal artikel, sehingga penggunaan a, an, dan the sering kali menjadi titik lemah dosen Indonesia dalam penulisan akademik berbahasa Inggris. Artikel yang hilang atau salah tempat bisa membuat tulisan terasa tidak alami dan mengurangi kredibilitas manuskrip.

❌ Salah
“Researcher conducted study to examine effect of method.”

✅ Benar
“The researcher conducted a study to examine the effect of the method.”

💡 Solusi: Gunakan aturan sederhana: the untuk yang sudah spesifik atau disebutkan sebelumnya, a/an untuk pertama kali disebutkan dan bersifat umum. Latih dengan latihan artikel khusus di buku English for Academic Purposes (EAP). Bahasa Inggris untuk dosen harus jadi prioritas 

Baca Juga >> 10 Kemampuan Bahasa Inggris Untuk Guru Wajib Dimiliki di Era Digital

Kesalahan 03

Kalimat Terlalu Panjang dan Berlapis (Run-on Sentences)

Dalam budaya akademik Indonesia, kalimat panjang sering dianggap mencerminkan kedalaman berpikir. Namun dalam penulisan ilmiah berbahasa Inggris, kalimat yang terlalu panjang justru dinilai membingungkan dan tidak efisien. Dosen yang sedang mengembangkan kemampuan bahasa Inggris akademik perlu belajar memotong kalimat panjang menjadi unit-unit yang lebih padat dan tajam.

❌ Terlalu panjang
“This research which was conducted in 2023 and involved 150 respondents who were selected using purposive sampling technique is aiming to explore the relationship between…”

✅ Lebih baik
“This study was conducted in 2023 with 150 purposively sampled respondents. It aimed to explore the relationship between…”

💡 Solusi: Targetkan rata-rata 20–25 kata per kalimat dalam tulisan akademik. Jika satu kalimat memiliki lebih dari dua anak kalimat, pertimbangkan untuk memecahnya.

Kesalahan 04

Salah Menggunakan Tense dalam Penulisan Ilmiah

Salah satu tantangan terbesar dalam bahasa Inggris untuk dosen adalah konsistensi penggunaan tense. Metodologi penelitian ditulis dalam past tense, tinjauan literatur menggunakan present tense untuk fakta yang masih berlaku, sementara temuan yang sudah dipublikasikan ditulis dengan present perfect. Mencampurkan tense secara acak adalah kesalahan yang langsung terdeteksi reviewer jurnal internasional.

❌ Tidak konsisten
“The data is collected through interviews. Researchers find three main themes. The study concluded that…”

✅ Konsisten
“Data were collected through interviews. The researchers identified three main themes. The study concluded that…”

💡 Solusi: Pelajari konvensi tense khusus untuk masing-masing bagian IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) — setiap bagian memiliki norma tense yang berbeda.

Kesalahan 05

Terlalu Banyak Menggunakan Kata “Very” dan “Really”

Dalam percakapan sehari-hari ini wajar, namun dalam konteks bahasa Inggris akademik, penggunaan berlebihan kata very dan really membuat tulisan terkesan tidak ilmiah dan kurang presisi. Bahasa akademik menghargai kekuatan leksikal — pilih kata yang sudah kuat, bukan kata lemah yang diperkuat.

❌ Tidak akademik
“The result is very important and really significant for the field.”

✅ Lebih akademik
“The result is pivotal and holds significant implications for the field.”

💡 Solusi: Ganti very important → crucial/pivotal/paramount; very clear → evident/apparent; very different → distinct/divergent. Buat daftar substitusi pribadi.

Kesalahan 06

Pengucapan yang Menghambat Presentasi Internasional

Di luar tulisan, dosen Indonesia yang aktif hadir di konferensi internasional sering menghadapi tantangan dalam pronunciation. Bukan soal aksen — aksen Indonesia sama sahnya dengan aksen lain — namun ada beberapa pola pengucapan yang benar-benar menghalangi pemahaman pendengar, seperti membunyikan huruf akhir yang seharusnya tidak terdengar, atau menekan suku kata yang salah.

❌ Sering salah “re-SEARCH” (noun), “de-VE-lop-ment” dengan penekanan acak

✅ Perhatikan “RE-search” (noun) vs “re-SEARCH” (verb); word stress sangat memengaruhi pemahaman

💡 Solusi: Gunakan fitur pengucapan di kamus Oxford atau Cambridge online — selalu cek stress pattern istilah teknis di bidangmu sebelum presentasi.

Kesalahan 07

Plagiarisme Tidak Disengaja karena Parafrase yang Lemah

Ini bukan hanya masalah etika akademik — ini juga masalah kemampuan bahasa. Banyak dosen yang melakukan parafrase terlalu dekat dengan sumber asli bukan karena niat, melainkan karena kemampuan bahasa Inggris untuk dosen dalam merekonstruksi ide secara mandiri masih terbatas. Akibatnya, tulisan lolos dari plagiarisme secara formal namun secara substansi masih terlalu mengandalkan struktur kalimat sumber asli.

💡 Solusi: Setelah membaca sumber, tutup dokumen tersebut dan tulis ulang idenya dengan kata-katamu sendiri tanpa melihat kembali. Baru kemudian bandingkan. Teknik ini disebut delayed paraphrase dan sangat efektif melatih orisinalitas bahasa.

Kesalahan 08

Mengabaikan Hedging Language dalam Klaim Akademik

Dalam penulisan ilmiah berbahasa Inggris, klaim yang terlalu absolut justru dianggap tidak ilmiah. Hedging language — penggunaan frasa seperti it appears that, the findings suggest, this may indicate — adalah tanda kedewasaan akademik, bukan keraguan. Dosen yang jarang terpapar konvensi bahasa Inggris akademik sering menulis klaim terlalu tegas tanpa pengekang yang semestinya.

❌ Terlalu absolut
“This proves that the method is effective.”

✅ Dengan hedging
“The findings suggest that this method may be effective in similar contexts.”

💡 Solusi: Hapalkan dan biasakan setidaknya 10 frasa hedging umum: it appears, this implies, the data suggest, it is possible that, there is evidence to indicate, dan sebagainya.

Mengapa Bahasa Inggris untuk Dosen Berbeda dengan Bahasa Inggris Umum?

Bahasa Inggris akademik memiliki konvensi tersendiri yang tidak selalu diajarkan di kursus umum. Beberapa hal yang membedakannya:

  1. Penggunaan passive voice yang lebih dominan dibanding bahasa sehari-hari
  2. Norma tense yang bergantung pada bagian tulisan, bukan hanya waktu kejadian
  3. Kosakata teknis yang spesifik per disiplin ilmu
  4. Struktur argumentasi yang berbeda dari esai naratif biasa
  5. Standar etika sitasi dan parafrase yang ketat

Langkah Konkret untuk Memperbaiki Bahasa Inggris Akademikmu

Mengetahui kesalahan hanyalah setengah perjalanan. Setengah lainnya adalah aksi perbaikan yang konsisten. Berikut tiga langkah yang bisa langsung diterapkan oleh dosen mana pun yang ingin serius meningkatkan bahasa Inggris untuk dosen:

Pertama, baca satu artikel jurnal internasional di bidangmu setiap minggu — bukan hanya untuk kontennya, tapi untuk menganalisis cara penulisnya membangun kalimat, menggunakan tense, dan membuat transisi antarparagraf. Ini adalah cara paling alami untuk menyerap konvensi bahasa Inggris akademik.

Kedua, mulai menulis dalam bahasa Inggris setiap hari — meski hanya satu paragraf. Bisa berupa catatan refleksi mengajar, ringkasan artikel yang baru kamu baca, atau draf abstrak penelitian. Frekuensi jauh lebih penting daripada durasi.

Ketiga, minta umpan balik dari rekan atau mentor yang lebih fasih — atau manfaatkan alat seperti Grammarly, ProWritingAid, atau bahkan AI untuk mengidentifikasi pola kesalahan yang berulang. Yang penting bukan sekadar mengoreksi, tapi memahami mengapa kalimat tersebut salah.

Menjadi dosen yang fasih dalam bahasa Inggris akademik adalah investasi jangka panjang yang nyata. Setiap artikel yang berhasil diterima jurnal internasional, setiap presentasi yang berjalan lancar di konferensi luar negeri, dan setiap kolaborasi riset lintas negara — semuanya dimulai dari keberanian untuk memperbaiki satu kesalahan pada satu waktu.

Tingkatkan Bahasa Inggris Akademikmu Bersama Kami
Temukan panduan, latihan, dan sumber belajar bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk dosen dan akademisi Indonesia di aufani.yukzanali.com.

Jelajahi Sekarang

aufani yukzanali - mentor bahasa inggris

Tentang Aufani Yukzanali


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *