Baca
Updated
Bahasa Inggris SBAR untuk Perawat Saat Serah Terima Pasien dan Komunikasi dengan Keluarga Pasien
Bahasa Inggris untuk perawat saat serah terima pasien dengan format SBAR dan komunikasi ke keluarga pasien, lengkap contoh dan terjemahan.
Ipar saya pernah cerita, ada perawat yang lancar bicara langsung ke pasien asing, tapi gugup total saat harus melaporkan kondisi pasien itu ke perawat shift berikutnya dalam bahasa Inggris.
Alasannya sederhana: bicara ke pasien itu satu arah dan situasional, sedangkan serah terima (handover) harus terstruktur, padat, dan tidak boleh ada informasi penting yang terlewat.
Ini celah yang jarang dibahas di materi bahasa Inggris perawat kebanyakan. Kita sudah bahas kosakata untuk pasien di Kosakata dan Kalimat Bahasa Inggris untuk Perawat Sesuai Kondisi Pasien dan latihan dialognya di artikel drill dialog.
Sekarang, saatnya masuk ke dua situasi yang sama pentingnya tapi beda konteks: melapor ke sesama tenaga medis, dan menjelaskan kondisi pasien ke keluarganya.

Daftar Isi
Pertanyaan Intinya: Kenapa Bahasa ke Pasien Berbeda dari Bahasa ke Sesama Perawat?
Saat bicara ke pasien, tujuan Anda menenangkan dan menjelaskan dengan sederhana. Saat serah terima ke perawat lain, tujuannya beda total: menyampaikan data klinis secepat dan seakurat mungkin, tanpa basa-basi.
Di sinilah format SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) berguna. SBAR adalah standar komunikasi klinis yang dipakai secara internasional supaya laporan antar shift tidak bertele-tele dan tidak ada informasi kritis yang hilang. Kalau Anda sudah paham strukturnya dalam bahasa Indonesia, tinggal memindahkan pola yang sama ke bahasa Inggris.
Struktur SBAR dalam Bahasa Inggris
S — Situation (Situasi)
Sampaikan siapa pasiennya dan apa masalah utamanya, singkat saja.
- “This is Mr. Tan in Room 4, post-op day one after appendectomy.”
— “Ini Bapak Tan di Kamar 4, hari pertama pasca operasi usus buntu.” - “He’s currently complaining of increased pain around the incision.”
— “Beliau saat ini mengeluh nyeri bertambah di area sayatan.”
B — Background (Latar Belakang)
Beri konteks riwayat singkat yang relevan.
- “He has a history of hypertension and was given pain medication two hours ago.”
— “Beliau punya riwayat hipertensi dan sudah diberi obat nyeri dua jam lalu.” - “No known drug allergies.”
— “Tidak ada riwayat alergi obat yang diketahui.”
A — Assessment (Penilaian)
Sampaikan kondisi terkini berdasarkan pengamatan Anda.
- “His vital signs are stable, but his pain score is now 7 out of 10.”
— “Tanda-tanda vitalnya stabil, tapi skor nyerinya sekarang 7 dari 10.” - “The incision site looks slightly red, no discharge noted.”
— “Area sayatan terlihat sedikit kemerahan, tidak ada cairan yang keluar.”
R — Recommendation (Rekomendasi)
Sampaikan apa yang perlu dilakukan atau dipantau selanjutnya.
- “I’d recommend reassessing his pain in the next hour and notifying the doctor if it doesn’t improve.”
— “Saya sarankan menilai ulang nyerinya dalam satu jam ke depan dan memberi tahu dokter kalau tidak membaik.” - “Please continue monitoring the incision for any signs of infection.”
— “Mohon terus pantau sayatannya untuk tanda-tanda infeksi.”
Contoh Serah Terima Lengkap (SBAR Utuh)
Berikut contoh laporan SBAR utuh yang bisa Anda jadikan kerangka:
“This is Mrs. Aisyah in Room 7, admitted yesterday for pneumonia. She has a history of asthma and is currently on oxygen support. Her oxygen saturation this morning is 94%, slightly lower than yesterday’s 97%. She also reports mild shortness of breath. I’d recommend increasing the oxygen flow slightly and reassessing her breathing in the next thirty minutes. If there’s no improvement, please inform the doctor immediately.”
Terjemahan:
“Ini Ibu Aisyah di Kamar 7, masuk kemarin karena pneumonia. Beliau punya riwayat asma dan saat ini menggunakan bantuan oksigen. Saturasi oksigennya pagi ini 94%, sedikit lebih rendah dari kemarin yang 97%. Beliau juga melaporkan sesak napas ringan. Saya sarankan menaikkan aliran oksigen sedikit dan menilai ulang pernapasannya dalam tiga puluh menit ke depan. Kalau tidak ada perbaikan, mohon segera beri tahu dokter.”
Catatan kontrastif: dalam bahasa Indonesia, laporan lisan antar perawat sering memakai kalimat panjang dan urutan cerita kronologis. Dalam bahasa Inggris, SBAR justru meminta Anda memotong cerita jadi empat blok informasi yang tegas. Latihan terbesarnya bukan kosakata, tapi kebiasaan berpikir terstruktur sebelum bicara.
Bahasa Inggris untuk Komunikasi dengan Keluarga Pasien
Berbeda dari serah terima antar perawat, bicara ke keluarga pasien butuh bahasa yang lebih hangat, tidak terlalu teknis, dan tetap jujur tanpa menimbulkan kepanikan.
Kosakata:
- condition is stable / improving / critical — kondisi stabil / membaik / kritis
- under observation — dalam pengawasan
- next of kin — keluarga terdekat
- visiting hours — jam kunjungan
- update you — memberi kabar terbaru
Kalimat dan terjemahan:
- “Your father’s condition is stable right now. We’re monitoring him closely.”
— “Kondisi ayah Anda stabil saat ini. Kami memantaunya dengan ketat.” - “The doctor will come to explain the results in more detail shortly.”
— “Dokter akan datang menjelaskan hasilnya lebih detail sebentar lagi.” - “I understand this is worrying. I’ll update you as soon as there’s any change.”
— “Saya paham ini mengkhawatirkan. Saya akan kabari Anda begitu ada perubahan.” - “Visiting hours are from 4 to 6 PM, but I can make an exception if needed.”
— “Jam kunjungan dari jam 4 sampai 6 sore, tapi saya bisa buat pengecualian kalau perlu.” - “Do you have any questions I can help answer?”
— “Apakah ada pertanyaan yang bisa saya bantu jawab?”
Catatan kontrastif: penutur Indonesia cenderung menghindari kata “kritis” secara langsung ke keluarga karena dianggap terlalu keras. Dalam komunikasi berbahasa Inggris di rumah sakit internasional, kejujuran langsung justru lebih dihargai dibanding menghindar—asal disampaikan dengan nada empatik seperti “I understand this is worrying”.
Kesalahan Umum di Dua Situasi Ini
- Memakai gaya bahasa yang sama untuk serah terima dan komunikasi keluarga. Serah terima harus padat dan teknis; komunikasi keluarga harus hangat dan mudah dipahami orang awam.
- Melewatkan bagian Recommendation di SBAR. Banyak perawat berhenti di Assessment, padahal Recommendation adalah bagian yang paling menentukan tindakan selanjutnya.
- Memakai istilah medis penuh ke keluarga pasien. Keluarga pasien bukan tenaga medis—hindari istilah seperti “desaturation” tanpa penjelasan sederhana.
- Terlalu menghindari kabar buruk. Menunda-nunda kejujuran ke keluarga pasien justru menurunkan kepercayaan mereka, bukan melindunginya.
Latihan Singkat
Coba susun laporan SBAR singkat (2-3 kalimat per bagian) untuk skenario berikut, lalu ucapkan keras-keras:
Pasien: Bapak Rudi, 60 tahun, pasca stroke ringan, saat ini bicara agak pelo dan tangan kirinya lemah.
Setelah itu, coba juga susun satu kalimat untuk menjelaskan kondisi ini ke keluarganya dengan nada yang menenangkan tapi jujur.
FAQ
Apakah format SBAR wajib dipakai di semua rumah sakit?
Tidak semua rumah sakit mewajibkan SBAR secara formal, tapi strukturnya sangat membantu untuk laporan yang jelas dan cepat, terutama dalam bahasa Inggris.
Bagaimana kalau saya lupa satu bagian SBAR saat melapor?
Tidak masalah, cukup lanjutkan dengan menambahkan informasi yang terlewat begitu ingat—yang penting semua bagian akhirnya tersampaikan.
Apakah bahasa untuk keluarga pasien harus selalu formal?
Tidak harus kaku formal, tapi tetap sopan dan jelas. Nada hangat lebih penting daripada tata bahasa yang sempurna.
Penutup
Bahasa Inggris untuk perawat tidak berhenti di percakapan dengan pasien. Kemampuan melapor secara terstruktur lewat SBAR dan menjelaskan kondisi pasien ke keluarganya dengan bahasa yang tepat sama pentingnya—bahkan sering jadi pembeda perawat yang dipercaya memegang kasus lebih kompleks.
Lanjutkan latihan Anda dengan kembali ke Bahasa Inggris untuk Perawat: Panduan Praktis agar Percaya Diri Melayani Pasien, atau jelajahi materi lain di kategori Kesehatan dan pilar Bahasa Inggris untuk Tenaga Kesehatan.
