Baca
Updated
Penggunaan Bahasa Inggris untuk Guru PJOK
classroom language, istilah olahraga, dan strategi praktis. Mudah dipahami, langsung bisa dipakai.
Kenapa Jago Olahraga Belum Tentu Jago Bahasa Inggris?
Saya pernah melihat seorang guru PJOK yang sangat hebat. Timnya juara futsal tingkat provinsi. Instruksinya jelas. Siswa patuh dan semangat. Tapi begitu ada kunjungan sekolah dari luar negeri, guru ini diam saja. Dia tidak tahu harus bilang apa dalam bahasa Inggris.
Ini bukan soal kemampuan mengajar. Ini soal alat bahasa yang belum siap.
Dalam pengalaman saya mengajar di SMK Telkom Banda Aceh, saya sering bertemu guru PJOK dengan pola yang sama. Mereka jago di lapangan. Tapi bahasa Inggris untuk guru PJOK terasa seperti dunia lain.
Daftar Isi
Kenapa Jago Olahraga Tidak Otomatis Jago Bahasa Inggris?
Ini pertanyaan penting. Jawabannya sederhana. Mengajar olahraga butuh keterampilan fisik dan taktik. Bahasa Inggris butuh keterampilan komunikasi guru yang berbeda.
Guru PJOK sudah punya modal besar. Mereka terbiasa memberi instruksi cepat dan tegas. Mereka terbiasa bicara di depan banyak siswa. Yang belum ada hanya kosakata dan pola kalimat bahasa Inggris yang tepat untuk konteks olahraga.
Kabar baiknya, bahasa Inggris untuk guru PJOK tidak perlu rumit. Anda tidak perlu jadi guru Bahasa Inggris. Anda hanya perlu frasa bahasa Inggris untuk kelas yang sering dipakai di lapangan.
Kenapa Guru PJOK Perlu Bahasa Inggris?
Ada beberapa alasan nyata. Ini bukan sekadar tuntutan kurikulum.
Pertama, banyak sekolah sekarang punya program bilingual. Mata pelajaran PJOK juga ikut terdampak. Guru diminta memberi instruksi dwibahasa saat praktik.
Kedua, kompetisi olahraga sekarang makin sering bertaraf internasional. Turnamen antar sekolah ASEAN, kompetisi robotik yang digabung dengan lomba fisik, atau pertukaran pelajar. Guru PJOK jadi wajah sekolah saat momen ini terjadi.
Ketiga, sertifikasi pelatih olahraga internasional biasanya memakai bahasa Inggris. Modul FIFA, materi pelatihan wasit, atau video teknik dari pelatih asing, semuanya berbahasa Inggris.
Keempat, integrasi kurikulum modern makin menuntut guru mata pelajaran apa pun punya dasar bahasa Inggris. Ini bagian dari pengembangan profesional guru di era sekarang.
Saya sudah membahas alasan yang lebih luas soal ini di kenapa guru harus bisa bahasa Inggris. Silakan baca kalau Anda masih ragu.
Kutipan/snippet: Bahasa Inggris untuk guru PJOK bukan soal jadi fasih seperti guru Bahasa Inggris. Ini soal punya classroom language dan istilah olahraga yang tepat untuk dipakai langsung di lapangan.
Kontras Bahasa Indonesia dan Inggris di Kelas Olahraga
Bagian ini penting. Banyak guru PJOK menerjemahkan instruksi secara kaku. Hasilnya terdengar aneh di telinga penutur asli.
Dalam bahasa Indonesia, instruksi olahraga biasanya pendek dan langsung. Contoh: “Baris!”, “Kumpul!”, “Ganti posisi!”
Dalam bahasa Inggris, pola instruksi juga pendek. Tapi strukturnya beda. Bahasa Inggris suka pakai kata kerja di depan kalimat. Ini disebut imperative sentence.
Contoh perbandingan:
- Indonesia: “Kalian harus pemanasan dulu sebelum mulai.”
- Terjemahan kaku: “You must warming up first before start.”
- Bahasa Inggris natural: “Warm up first before we start.”
Contoh lain:
- Indonesia: “Jangan lupa minum air putih setelah lari.”
- Terjemahan kaku: “Don’t forget drink the water after running.”
- Bahasa Inggris natural: “Don’t forget to drink water after running.”
Perbedaan kecil ini penting. Kalimat yang natural membuat Anda terdengar percaya diri. Siswa juga lebih mudah paham.
Classroom Language Bahasa Inggris untuk Guru PJOK
Berikut kumpulan instruksi kelas yang siap Anda pakai. Semua kalimat pendek dan mudah dihafal.
Sebelum olahraga dimulai:
- “Line up, please.” (Baris, silakan.)
- “Form a circle.” (Buat lingkaran.)
- “Warm up first.” (Pemanasan dulu.)
- “Stretch your legs.” (Rentangkan kaki kalian.)

Saat latihan berlangsung:
- “Pass the ball.” (Oper bolanya.)
- “Run faster.” (Lari lebih cepat.)
- “Keep your eyes on the ball.” (Fokus pada bola.)
- “Switch positions.” (Ganti posisi.)
- “Take a short break.” (Istirahat sebentar.)
Saat memberi instruksi keselamatan:
- “Be careful.” (Hati-hati.)
- “Stay in your lane.” (Tetap di jalur kalian.)
- “Don’t push your friend.” (Jangan dorong teman kalian.)
Setelah olahraga selesai:
- “Cool down first.” (Pendinginan dulu.)
- “Great job, everyone!” (Kerja bagus, semuanya!)
- “Let’s stretch together.” (Ayo peregangan bersama.)
Frasa-frasa ini adalah bahasa Inggris pedagogis yang paling sering dipakai. Anda bisa mulai dari sini, lalu tambah sedikit demi sedikit.
Istilah Olahraga dalam Bahasa Inggris
Selain instruksi kelas, guru PJOK juga perlu tahu istilah olahraga (sport terms). Ini kosakata untuk pendidik yang spesifik sesuai cabang olahraga.
Sepak bola (football/soccer):
- goalkeeper (penjaga gawang)
- referee (wasit)
- foul (pelanggaran)
- offside (posisi offside)
- corner kick (tendangan sudut)
Bola basket (basketball):
- dribble (menggiring bola)
- rebound (merebut bola pantul)
- free throw (lemparan bebas)
- court (lapangan)
Atletik (athletics):
- sprint (lari cepat)
- relay race (lari estafet)
- long jump (lompat jauh)
- starting line (garis start)
Senam (gymnastics):
- warm-up (pemanasan)
- stretching (peregangan)
- balance (keseimbangan)
- flexibility (kelenturan)
Bola voli (volleyball):
- serve (servis)
- spike (smash)
- block (blok)
- rotation (rotasi pemain)
Renang (swimming):
- freestyle (gaya bebas)
- breaststroke (gaya dada)
- lane (jalur kolam)
- lap (satu putaran kolam)
Anda tidak perlu hafal semua sekaligus. Pilih cabang olahraga yang paling sering Anda ajarkan. Fokus dulu di situ.
Classroom Language untuk Aktivitas Kelompok
Selain instruksi individu, guru PJOK juga sering memimpin aktivitas kelompok. Berikut beberapa frasa tambahan yang berguna untuk momen ini.
Membagi kelompok:
- “Get into groups of four.” (Buat kelompok isi empat orang.)
- “Choose a team captain.” (Pilih kapten tim.)
- “Boys on this side, girls on that side.” (Anak laki-laki di sini, anak perempuan di sana.)
Memberi semangat:
- “Keep going, you can do it!” (Terus semangat, kalian bisa!)
- “Almost there!” (Sebentar lagi sampai!)
- “Nice teamwork!” (Kerja sama tim yang bagus!)
Mengakhiri sesi:
- “Gather around, please.” (Kumpul di sini, silakan.)
- “Let’s review today’s session.” (Mari kita ulas sesi hari ini.)
- “See you next class.” (Sampai jumpa di kelas berikutnya.)
Frasa-frasa ini membantu Anda terdengar lebih natural sepanjang sesi olahraga, bukan hanya saat memberi instruksi teknis.
Mengukur Kemampuan Bahasa Inggris Anda Sendiri
Sebelum mulai belajar, ada baiknya Anda tahu dulu titik lemah Anda. Ini penting supaya latihan Anda tidak salah arah.
Cara mudahnya begini. Coba tulis instruksi bahasa Inggris untuk satu sesi olahraga penuh, dari pemanasan sampai pendinginan. Lakukan tanpa membuka kamus.
Kalau Anda kesulitan di kosakata, fokuslah dulu ke istilah olahraga di atas. Kalau Anda kesulitan menyusun kalimat, fokuslah dulu ke pola instruksi natural yang sudah kita bahas.
Asesmen kemampuan bahasa Inggris sederhana ini bisa Anda ulang setiap bulan. Anda akan melihat kemajuan yang nyata, meski kecil.
Strategi Belajar Bahasa Inggris untuk Guru PJOK
Belajar bahasa Inggris untuk guru PJOK sebaiknya praktis. Tidak perlu belajar grammar rumit dulu.
Tiga langkah yang saya sarankan:
- Pilih satu sesi olahraga. Tulis instruksi bahasa Inggris untuk sesi itu saja. Latihan sampai lancar.
- Praktikkan langsung di lapangan. Coba pakai satu atau dua frasa bahasa Inggris setiap pertemuan. Tambah pelan-pelan.
- Ikuti latihan terstruktur. Saya sudah menulis panduan langkah demi langkah di cara melatih bahasa Inggris dasar untuk guru. Panduan ini cocok untuk guru mata pelajaran apa pun, termasuk PJOK.
Anda juga bisa pakai aplikasi untuk latihan mandiri. Saya sudah kumpulkan pilihan aplikasi yang cocok untuk guru di aplikasi belajar bahasa Inggris untuk guru.
Konsistensi kecil lebih penting dari kursus mahal. Latihan 10 menit setiap hari lebih efektif daripada belajar sekali seminggu selama dua jam.
Tips Pengucapan Istilah Olahraga
Salah satu hal yang sering membuat guru PJOK ragu adalah pengucapan. Beberapa istilah olahraga punya pengucapan yang berbeda dari ejaannya. Berikut beberapa contoh yang sering keliru.
- Coach diucapkan “kouch”, bukan “koach”. Artinya pelatih.
- Referee diucapkan “refe-RI”, dengan tekanan di suku kata terakhir.
- Gymnastics diucapkan “jim-NAS-tiks”, bukan “gimnastik” seperti ejaan bahasa Indonesia.
- Athlete diucapkan “ATH-lit”, bukan “at-e-let”.
Anda tidak perlu sempurna dalam pengucapan. Yang penting siswa dan lawan bicara Anda paham maksudnya. Latihan sedikit demi sedikit akan membuat Anda semakin percaya diri.
Kesalahan Umum Guru PJOK dalam Bahasa Inggris
Dari pengalaman saya mendampingi guru olahraga, ini kesalahan yang sering terjadi:
- Menerjemahkan instruksi kata per kata. Hasilnya kaku dan tidak natural, seperti contoh “warming up” tadi.
- Lupa kata kerja bantu “to”. Misalnya “Don’t forget drink water” seharusnya “Don’t forget to drink water”.
- Salah pakai istilah olahraga. Misalnya menyebut “court” untuk semua lapangan, padahal “court” khusus untuk basket atau tenis. Lapangan sepak bola disebut “field” atau “pitch”.
- Terlalu fokus grammar, lupa praktik. Banyak guru menunda praktik karena takut salah grammar. Padahal instruksi sederhana yang salah sedikit tetap lebih baik daripada diam saja.
- Menghindari bahasa Inggris di depan siswa. Beberapa guru merasa malu mencoba di depan kelas. Padahal siswa biasanya senang melihat gurunya belajar hal baru. Ini juga jadi contoh baik soal keterampilan komunikasi guru yang terus berkembang.
Latihan Singkat untuk Anda Coba
Coba terjemahkan instruksi berikut ke bahasa Inggris. Gunakan pola kalimat pendek yang sudah kita bahas.
- “Baris dua saf, cepat!”
- “Jangan lupa pemanasan sebelum lari.”
- “Oper bolanya ke teman di sebelah kanan.”
Bandingkan hasil Anda dengan contoh classroom language di atas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah guru PJOK wajib fasih bahasa Inggris?
Tidak. Guru PJOK cukup menguasai bahasa Inggris fungsional. Fokusnya di classroom language dan istilah olahraga yang sering dipakai.
Sekolah apa yang paling membutuhkan guru PJOK berbahasa Inggris?
Sekolah bilingual, sekolah dengan program pertukaran pelajar, dan sekolah yang sering ikut kompetisi olahraga internasional.
Berapa lama waktu belajar yang realistis?
Dengan latihan 10-15 menit setiap hari, guru PJOK biasanya bisa menguasai classroom language dasar dalam 4-6 minggu. Ini karena kosakata yang dibutuhkan cukup spesifik dan berulang.
Apakah perlu belajar grammar dulu sebelum praktik?
Tidak perlu. Guru PJOK sebaiknya langsung praktik dengan frasa siap pakai. Grammar bisa menyusul sambil jalan.
Penutup: Bahasa Inggris sebagai Alat Tambahan, Bukan Beban Baru
Guru PJOK sudah punya kemampuan besar. Percaya diri di depan siswa. Terbiasa memberi instruksi tegas. Bahasa Inggris untuk guru PJOK hanya menambah satu alat baru ke kemampuan yang sudah ada.
Anda tidak perlu jadi sempurna. Anda hanya perlu mulai dari instruksi kelas yang paling sering dipakai.
Kalau Anda ingin membangun fondasi bahasa Inggris yang lebih lengkap sebagai pendidik, silakan mulai dari panduan utama saya di bahasa Inggris untuk guru. Semua strategi ini terhubung dalam satu peta belajar yang lebih besar.
