Baca
Updated
Sebagian besar kesalahan pronunciation bahasa Inggris pada penutur Indonesia bukan karena malas belajar, melainkan karena sistem bunyi bahasa Indonesia memang tidak memiliki padanan untuk beberapa bunyi bahasa Inggris — seperti bunyi “th”, sebagian besar diftong, dan pola tekanan kata yang fleksibel. Mengenali pola kesalahan ini adalah langkah pertama sebelum bisa memperbaikinya secara sistematis.
Artikel ini adalah bagian ketiga dari rangkaian panduan pengucapan bahasa Inggris. Untuk fondasi konsep bunyi dan IPA, baca dulu Cara Mengucapkan Bahasa Inggris yang Benar; untuk metode latihannya, baca Latihan Pengucapan Bahasa Inggris yang Efektif.
Daftar Isi
Kenapa Penutur Indonesia Sering Kesulitan dengan Bunyi “TH”?
Jawaban: karena bunyi /θ/ (seperti pada “think”) dan /ð/ (seperti pada “this”) sama sekali tidak ada dalam sistem bunyi bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa, sehingga otot lidah tidak terbiasa membentuknya.
Konteks: penelitian kontrastif antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia/Jawa menunjukkan bunyi interdental ini memang tidak dari kedua bahasa tersebut, dan bunyi terdekat yang tersedia dalam bahasa Indonesia adalah /t/ dan /d/ — sehingga secara alami penutur Indonesia cenderung menggantikan “th” dengan bunyi tersebut.
Contoh: kata “think” sering terdengar seperti “tink”, dan “this” seperti “dis”. Cara memperbaikinya: letakkan ujung lidah di antara gigi atas dan bawah, lalu hembuskan udara pelan sambil menjaga posisi lidah tetap di sana — bukan menariknya kembali ke belakang gigi seperti saat mengucapkan /t/ atau /d/.
Kenapa Diftong Bahasa Inggris Terasa Sulit bagi Penutur Indonesia?
Jawaban: karena bahasa Inggris memiliki lebih banyak bunyi diftong dibanding bahasa Indonesia, sehingga penutur Indonesia cenderung menyederhanakan diftong menjadi satu bunyi vokal tunggal (monoftongisasi).
Konteks: bahasa Inggris punya sekitar 8-12 bunyi diftong tergantung aksen (British atau American), sementara diftong dalam bahasa Indonesia jumlahnya jauh lebih sedikit dan cenderung hanya muncul pada kata-kata tertentu. Akibatnya, dalam percakapan sehari-hari, diftong bahasa Inggris sering “diratakan” jadi bunyi vokal tunggal oleh pembelajar pemula.
Contoh: kata “feet” /fiːt/ (vokal panjang tunggal) kadang tertukar pengucapannya dengan pola yang lebih pendek, dan kata “you’re” /jɔːr/ yang mengandung diftong sering diucapkan lebih sederhana menjadi mendekati “yur” atau “ju”. Cara memperbaikinya: latih diftong sebagai dua gerakan mulut berurutan dalam satu suku kata, bukan satu posisi mulut statis — rasakan mulut “bergerak” dari satu bentuk vokal ke bentuk vokal lain.
Kenapa Huruf R Sering Diucapkan Terlalu Kuat atau Bergetar?
Jawaban: karena dalam bahasa Indonesia, huruf “r” umumnya diucapkan bergetar jelas (rolled r), sedangkan dalam banyak varian bahasa Inggris — terutama British English — bunyi “r” di tengah atau akhir kata jauh lebih lembut atau bahkan nyaris tidak terdengar.
Konteks: kebiasaan pengucapan “r” dari bahasa ibu terbawa langsung ke bahasa Inggris karena secara visual huruf yang dilihat sama. Ini termasuk kesalahan yang paling mudah dikenali orang lain karena polanya konsisten di banyak kata.
Contoh: kata “morning” yang diucapkan dengan “r” bergetar kuat akan terdengar berbeda dari pengucapan natural penutur asli, di mana bunyi “r” di posisi tersebut jauh lebih halus. Cara memperbaikinya: dengarkan berulang kali contoh audio dari kamus untuk kata-kata dengan huruf “r” di tengah/akhir kata, lalu coba tirukan tanpa menggetarkan ujung lidah.
Apa Itu Silent Letters dan Kenapa Sering Salah Diucapkan?
Jawaban: silent letters adalah huruf yang ditulis tapi tidak diucapkan sama sekali — dan karena pembelajar terbiasa membaca sesuai ejaan, huruf-huruf ini sering ikut dilafalkan padahal seharusnya tidak.
Konteks: studi tentang kesalahan pengucapan pada pembelajar pemula di Indonesia menemukan silent letters menjadi salah satu sumber kesalahan yang cukup sering muncul, terutama pada kosakata yang sebenarnya sudah termasuk kategori dasar.
Contoh: huruf “b” pada “climb” tidak diucapkan (dibaca /klaɪm/, bukan “klaimb”), huruf “k” pada “know” tidak diucapkan, dan huruf “w” pada “write” tidak diucapkan. Cara memperbaikinya: saat menemukan kata baru, jangan menebak cara bacanya dari ejaan — selalu cek transkripsi IPA di kamus sebelum menghafalkannya.
Bagaimana Word Stress Bisa Mengubah Arti dan Kelas Kata?
Jawaban: dalam bahasa Inggris, banyak kata dengan ejaan sama bisa berubah arti dan kelas kata (kata benda vs kata kerja) hanya karena perbedaan suku kata mana yang mendapat tekanan.
Konteks: bahasa Indonesia tidak memiliki sistem tekanan kata yang membedakan makna seperti ini, sehingga konsep ini sering terasa asing dan gampang diabaikan pembelajar pemula — padahal salah tekanan bisa membuat lawan bicara salah paham kata benda atau kata kerja mana yang dimaksud.
Contoh: “record” dengan tekanan di suku kata pertama (REcord) berarti kata benda “rekaman”, sedangkan dengan tekanan di suku kata kedua (reCORD) berarti kata kerja “merekam”. Pola serupa berlaku untuk “object”, “conflict”, dan “present”. Cara memperbaikinya: setiap kali menemukan kata dua suku kata yang bisa jadi kata benda maupun kata kerja, cek dulu di kamus tekanan mana yang berlaku untuk masing-masing fungsi.
Apa Itu Connected Speech dan Kenapa Penting untuk Terdengar Natural?
Jawaban: connected speech adalah fenomena di mana kata-kata dalam kalimat “menyambung” satu sama lain secara alami saat diucapkan cepat, sehingga terdengar berbeda dari saat kata-kata itu diucapkan satu per satu secara terpisah.
Konteks: karena di sekolah pembelajar sering dilatih mengucapkan kata secara terpisah dan jelas satu per satu, banyak yang justru kaget saat mendengar penutur asli bicara — kata-kata terasa “menghilang” atau “menyatu”. Padahal ini bukan bicara tidak jelas, ini pola alami stress-timed rhythm yang sudah dibahas di artikel pillar.
Contoh: kalimat “What are you doing?” dalam percakapan santai sering terdengar mendekati “Whatcha doing?” karena kata fungsi seperti “are” dan “you” menyatu dan tidak mendapat tekanan. Ini normal dan justru menandakan ucapan yang natural, bukan ucapan yang harus dihindari.
Bagaimana Cara Memperbaiki Kesalahan-Kesalahan Ini Secara Bertahap?
Jawaban: perbaiki satu jenis kesalahan pada satu waktu, mulai dari yang paling sering muncul dalam percakapan sehari-hari, lalu gunakan teknik minimal pairs dan shadowing yang sudah dibahas di artikel latihan.
Konteks: mencoba memperbaiki semua kesalahan di atas secara bersamaan biasanya membuat proses belajar terasa berat dan tidak fokus. Pendekatan bertahap — satu bunyi atau satu pola per satu-dua minggu — jauh lebih realistis dan hasilnya lebih terasa.
Contoh urutan prioritas yang disarankan:
- Bunyi TH (/θ/ dan /ð/) — paling sering muncul di kosakata dasar (think, this, that, three).
- Perbedaan vokal pendek-panjang (bit vs beat) — sering menyebabkan salah paham makna.
- Word stress pada kata-kata dua fungsi (record, present, object).
- Diftong dan connected speech — untuk tahap lebih lanjut setelah dasar sudah kuat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah kesalahan-kesalahan ini normal dan wajar terjadi?
Sangat normal. Riset menunjukkan kesalahan pengucapan pada pembelajar bahasa kedua umumnya dipengaruhi oleh sistem bunyi bahasa ibu, bukan karena kurang usaha. Menyadari polanya justru mempercepat perbaikan.
Apakah harus memperbaiki semua kesalahan di atas sebelum bisa dianggap lancar berbicara?
Tidak. Beberapa kesalahan, seperti bunyi “th” yang diganti “t”/”d”, sering kali masih cukup mudah dipahami dalam konteks komunikasi internasional. Prioritaskan kesalahan yang benar-benar berpotensi menimbulkan salah paham, seperti perbedaan vokal pendek-panjang dan word stress.
Ke mana harus melatih perbaikan-perbaikan ini setelah mengenali kesalahannya?
Gunakan metode praktis di artikel Latihan Pengucapan Bahasa Inggris yang Efektif — terutama teknik shadowing dan minimal pairs, yang dirancang khusus untuk memperbaiki kesalahan bunyi spesifik seperti yang dibahas di artikel ini.
Tips Pronunciation Bahasa Inggris Tambahan
- Cara Mengucapkan Bahasa Inggris yang Benar > panduan dasar bunyi, IPA, dan elemen pronunciation bahasa Inggris.
- Latihan Pengucapan Bahasa Inggris yang Efektif > metode shadowing, minimal pairs, dan rutinitas harian untuk mempraktikkan perbaikan di atas.
